Minggu, 05 Februari 2017

Goes to Korea, Ketemu Donghae dan Siwon Super Junior di Kantor Polisi Seoul #VisitOppa



Mungkin ini yang disebut ‘jodoh pasti bertemu’.

HUWAAAA…. Rasanya sampai sekarang masih nggak percaya, kalau gue bisa ketemu dua bias utama terfavorit tersayang terindah dan ter ter ter…. Lainnya secara langsung di negeri asal mereka. Yap! Pengalaman ketemu Mas Donghae (panggilan sayang haha) dan Om Siwon di Korea Selatan emang one of best moments in my life banget deh.

Sebenarnya ini bukan pertama kali bagi kita ketemu Donghae dan Siwon, karena hampir setiap Super Junior gelar konser di Indonesia, gue dan temen gue sesama big fans of Super Junior (Kak Dora dan Kak Nena) kita selalu nonton. Dari mulai Super Show 4, Super Show 5, Super Show 6, bahkan ketika Super Junior tampil di Music Bank Jakarta, dan HUT RCTI, kita nggak absen buat menyaksikan langsung aksi panggung om-om kece itu. 

Terakhir, pas Januari 2016 lalu, kita juga nggak ketinggalan nonton Super Junior KRY Concert. Pokoknya, setiap Suju konser, kita usahain banget nonton paling depan panggung biar jelas lihat sekumpulan om-om penuh pesona itu.

Tapiiiii… waktu ketemu langsung di Seoul tuh rasanya beda, suasananya beda, semuanya beda sama waktu ketemu bias pas di konser. Di sini, tidak ada fans selain elo, dan om-om ini pun tidak dalam tampilan konser. Semua serba natural, you can call it ‘met them in person’ and you know my heart beat so fast. Complicated, almost difficult to explain.

Jadi tujuan gue dan ketiga temen gue (Kak Dora, Kak Nena, dan Kak Andri) salah satunya adalah emang pengen ketemu om-om kece langsung di negara asalnya. Apalagi kan, kebanyakan  member Super Junior sekarang lagi menunaikan Wajib Militer (Wamil) jadi kebayang dong kangennya kita ke mereka kayak apa? 

Nah pas kita buat itinery ke Korea Selatan, salah satu ‘must visit’ buat kita adalah Kantor Polisi Metropolitan Seoul ya semacam Polda Metro Jaya lah kalau di Jakarta. Kenapa harus ke sana? Ya karena di sanalah Mas Donghae dan Om Siwon Wamil, bonusnya si Changmin TVXQ juga Wamil di sana. 

Hari pertama sampai di Korea tepatnya 16 November 2016, setelah kita mengunjungi beberapa tempat di Seoul, sorenya kita putuskan untuk melipir ke Kantor Polisi Metropolitan Seoul. Sekitar pukul 16.30 kita sudah berdiri cantik di depan gedung tinggi itu.

Alih-alih ketemu bias, satu polisi lewat pun nggak ada. Gedung itu kelihatan sepi banget. Kita nunggu di depan gerbang, yang kayaknya pintu samping gedung karena kita nggak tahu di mana pintu gerbang utamanya. Kita jalan ke depan gedung yang menghadap jalan raya, tapi nggak ada pintu alias ditutup semua sama pagar tembok super tinggi.

Setelah nunggu sekitar satu jam, akhirnya kita nyerah dan pergi dengan hasil kosong. Kita pun lanjut ke destinasi selanjutnya, yaitu Wiki Cafe punya Om Lee Sungmin. Cerita lengkap selama di Wiki Cafe bisa dibaca di postingan sebelumnya ya.

Lanjutttttt ke cerita ketemu Donghae dan Siwon di Seoul. Kita belum nyerah, keesokan harinya, kita nyatronin lagi pusat kantor polisi Seoul itu. Kali ini sih sama sekali nggak direncanain, kebetulan setelah jalan-jalan muterin Korea, dan naik turun subway dari pagi, kaki kita udah cuapek sekaleee, tapi tiba-tiba pas jalan lewat Istana Gyeongbokgung (lagi), Kak Nena ngajak jalan kaki ke kantor polisi lagi.

Ya walaupun kaki udah pada biru merah, langit juga udah gelap. Kita tetep ‘iyain’ ajakan Kak Nena. Cuslah kita ke Police Metropolitan Seoul (lagi).

Kembali berdiri di pintu gerbang yang sama, dan kembali suasana sepi nggak terlihat satu manusia pun lewat situ. Akhirnya gue berpikir, kayaknya kita harus cari pintu utamanya deh.

Bermodalkan pengalaman gue yang kerjaannya keluar masuk gedung perkantoran beda-beda selama di Jakarta, akhirnya gue ngajak tiga travelmate gue ini berjalan ke arah belakang gedung yang jaraknya lumayan jauh. Asli di saat itu kita lupa kalau kaki udah pada bengkak.

And taraaaaaaa…. Firasat gue bener! Setelah jalan ke belakang gedung, kita nemu pintu nemu utama kantor pusat kepolisian Seoul ini. Terlihat gerbang besar yang terbuka menghadap ke jalan kecil, dengan empat polisi yang jaga depan gerbang. By the way oppa-oppa polisi yang jaga kece juga loh #eh 😍 oke lanjut cerita.

Rasa bangga dan haru gue rasain pas nemu gerbang utama itu, kemudian kita berdiri pas di depan gerbang kantor polisi samping lampu merah. Para oppa polisi untungnya nggak ngelarang, mereka diem aja sambil ngelihatin kita sesekali. Kayaknya mereka udah paham banget kalau ini pasti fans-fansnya Donghae dan Siwon yang dateng dengan tujuan ngarep ketemu biasnya.

Selama nunggu, mata kita celingukan ke dalem gerbang dengan harapan ‘siapa tahu bias lewat atau setidaknya mobilnya lewat’ tapi sekitar 10 menit nunggu, hasilnya nihil. Kak Dora pun nggak sabar dan ngajak gue buat nanya ke oppa-oppa polisi yang lagi jaga. Ya kali nanya polisi gini “police ahjusi Donghae Siwon odiseoyeo?” Ya nggak bakal dijawablah! Tapi Kak Dora tetep maksa ngajak buat nanya sampai akhirnyaaaaa……………….. 😆

Kak Nena yang lagi tenang lihat-lihat foto di kameranya bilang “Itu Siwon kan?” sambil nunjuk ke sebrang jalan.

“Ngibul aja lu kak,” kata gue sambil ngelihat ke arah depan jalan yang Kak Nena maksud, dan DUARRRR!!!! Itu yang lagi berdiri di seberang jalan beneran Choi Siwon! Cowok paling kece Se-Korea Selatan, paling tampan nomor 2 sedunia (menurut situs TC Candler 2015), paling perfect (menurut gue), huwaaaa dia berdiri pas banget di hadapan kita. Dia mau nyebrang ke arah kita (kantor polisi maksudnya -_-) tapi lagi nunggu lampu hijau nyala.

Jangan tanya, gimana perasaan kita saat itu. Campur aduk! Deg-degan, kaku, nggak bisa ngapa-ngapain, pengen nangis, seneng banget sampai bingung mau ngapain. Megang kamera aja gemeteran. Aduh pertemuan ini bener-bener bikin otak rusak dan akal disfunction. Bahaya!

“Ya Robbi Choi Siwon. Sumpah gue pengen nangis! Sumpah kaki gue gemeteran!” Ujar gue, Kak Nena, dan Ka Dora secara bergantian. Kalau Kak Andri kayaknya udah kaku nggak bisa ngomong apa-apa.

Pas itu biar udah malem, tapi jelas banget Siwon pake baju hitam-hitam, coat hitam, celana hitam, kaos hitam sambil bawa kantong belanjaan berbahan kertas. Ahh kece parah pokoknya. Kita ngelihatin dia dan dia ngelihatin kita, mata kita bertemu. So sweet. Fix kita jodoh.

Di tengah  ke-deg-degan kita nunggu Siwon nyebrang, tiba-tiba dari samping Donghae dateng nyamperin Siwon! Mereka mau nyebrang bareng! OMAGAAAAA!

“Allahuakbar Lee Donghae!” Teriak Kak Dora spontan. 😍😍😍😍

Donghae dan Siwon on the roadside


Fix! Hari ini salah satu hari terbaik dalam hidup kita, Allah kabulin doa kita buat ketemu bias secara in person langsung di Korea. Percayalah wahai fangirl, ketika lo berpikir bisa ngelakuin macem-macem pas ketemu biaslo di Korea depan mata. Lo salah, karena lo hanya bakal nervous senervous-nervousnya. Boro-boro mau grepe-grepe, bisa manggil and nyebut namanya aja udah bagus.


Dan itu terjadi sama kita, pas lampu hijau tanda nyebrang nyala lalu Donghae dan Siwon nyebrang dan jalan di depan kita. Kita cuma bisa bilang “Anyeonghaseo oppa, Lee Donghae oppa, Siwon oppa, gwenchanaseo eoppa?” Asli cuma kalimat itu.

Padahal waktu nonton konser mereka, kita bisa teriak sesuka hati dari mulai ‘saranghaeyeo’ ngatain Donghae ikan bantet, Siwon kuda liar, sampai bilang ‘oppa aku hamil’ semua kita teriakin, tapi pas cuma ada elo dan bias, nggak ada fans lain ternyata sulit karena si oppa bakal denger semuanya. Entah kenapa kita mendadak jadi fans dewasa yang menahan diri. *Sebenernya karena badan udah kaku duluan sih ngeliat kekecean mereka secara live tanpa pengawet dan pemanis buatan*


Siwon and Donghae are look handsome. Just walked on the street but look like models on catwalk.

They're more handsome if you see them more near.

OMG Donghae look at me! And Siwon stay cool as always.



Pas kita sapa begitu, Donghae dengan baiknya merespon dengan mengangguk sembari ngelihat ke arah kita. Sedangkan Om Choi cuma ngelihatin kita, tapi nggak apa-apa. Kita bahagiaaaa… bayangkan kali ini lo dinotice bias, lo nggak lagi teriak bersama ribuan fans di tempat konser yang kemungkinan besar suaralo nggak kedengeran.

Setelah itu kita pun ngejar mereka dari belakang sambil ngerekam dan teriak ‘oppa-oppa’ iya emang gila banget kayaknya hahah. Kita ngejar mereka sampai akhirnya masuk ke dalam gedung kepolisian dan nggak nampak lagi.

Terakhir, kaki kita langsung lemes dan berpelukan sambil nangis semacam habis memenangkan kompetisi besar mewakili Indonesia di ajang internasional. Para polisi penjaga cuma senyum-senyum ngeliat kelakuan para fans cabe alay ini. 

Pokoknya hari itu kita seneng banget, ini fangoals! Tepat 17 November 2016, kita nobatkan sebagai salah satu hari paling bersejarah buat kita. *haha lebay* Oh iya, sebelum meninggalkan tempat bersejaran itu, nggak lupa kita bilang 'khamsahamnida' buat empat polisi penjaga kece yang baik banget karena nggak ngelarang kita buat nunggu dan ngejar Siwon dan Donghae sampai masuk ke dalam gedung. 😘

Kita pun melangkah ke destinasi selanjutnya dengan perasaan super berbunga-bunga. Sampai nggak bisa tidur malemnya gegara sibuk mikirin oppa sambil update foto-foto dan video pas ketemu Mas Donghae and Om Siwon di social media. Hiihhihhi. Sekarang semakin percaya deh kalau jodoh pasti bertemu. May we can meet you again oppadeul. See u. 😘 

And this is it! My short video, when we met oppadeul Siwon and Donghae. Enjoy! 👇👇

 


We took a picture in front of  Seoul Metropolitan Police

Kamis, 05 Januari 2017

Goes to Korea, Visit to Sungmin's Cafe (Wiki Cafe) #VisitOppa

How are you everyone? How was your day in early 2017? May you always happy and shining yaaa... Kali ini gue mau cerita tentang perjalanan ke Korea di November 2016 kemarin. Agak telat sih, but no problem, nggak semua hal perlu diupdate tepat waktu kan. Hehehehe.

Sebenarnya liburan ke Korea itu udah jadi rencana kita dari 2015, tapi karena beberapa alesan baru bisa terealisasi di 2016, dan rasanya kayak ngimpi. Soalnya Korea Selatan itu salah satu negara yang pengen banget gue datengin.

Ya maklumlah, as fangirl belum lengkap rasanya kalau belum mengunjungi negeri para oppa ini. Hihihi. Sekitar seminggu di sana, banyak hal yang amat sangat menarik buat dibahas. Mulai dari kehidupan, suasana, makanan, transportasi, jalanannya, dan semua hal yang ada di sana.

Tapi kali ini gue mau bahas salah satu tujuan gue ke Korea. Jadi gini, gue sama tiga temen lainnya yaitu Kak Dora, Kak Nena, dan Kak Andri sudah jadi fans boyband Super Junior atau biasa disebut Elf dari jaman kita kuliah. Hampir setiap grup yang debut 2005 ini konser di Indonesia, kita nggak pernah absen buat nonton.

Nah makanya, tujuan utama kita ke Korea yaitu datengin cafe-cafe milik member Super Junior, terus foto bareng sama keluarganya. Syukur-syukur kalau bisa ketemu para ahjusi kece (member Suju) juga di sana, tapi nggak apa-apa, biasanya kan kalau mau lebih serius harus deketin keluarganya dulu kan? *eh apa sih maksudnya?* 

Ya pokoknya pengen ngerasain fangirling langsung di negerinya Super Junior.As Elf, nggak afdhol kan, kalau ke Korea tapi nggak dateng ke cafe bias. Hihihi.

So, tentunya sebelum berangkat ke negeri ginseng itu, kita udah bikin list cafe siapa aja yang mau didatengin, kapan, dan di mana alamat cafe itu. Pokoknya kita berempat udah siap banget deh. Petualangan pun dimulai hahaha. Kita berangkat tanggal 15 November tengah malam, sampai Korea 16 November pagi.

Our style at Incheon International Airport ^^



Pengalaman Sholat di Cafenya Sungmin Super Junior


Cafe pertama yang kita datangi adalah cafe punya Sungmin. Lokasinya nggak jauh dari Istana Gyeongbokgung dan Gwanghwamun Square. Ya walaupun nggak jauh tapi perlu jalan kaki cukup gempor untuk menuju ke sana. Kalau dari Istana Gyeongbokgung, jaraknya kira-kira seperti dari Plaza Blok M ke ITC Fatmawati. Pegel deh pokoknya. Hihihi

Untungnya, salah satu temen gue cukup mahir baca peta and denah, so kita nggak pakai nyasar. Kita sampai di sana sekitar pukul  5 sore, saat itu lagi peralihan dari musim gugur ke musim dingin, jadi cuacanya dingin banget sekitar dua derajat celcius.

Sebagai bocah-bocah yang terbiasa hidup di negara tropis, kita pun menggigil dengan indahnya. Padahal udah pakai coat, sweater, sama sarung tangan. Oh iya satu lagi, pas di sana jam 5 sore tuh langitnya udah kayak habis maghrib jadi mulai gelap gitu.

Ya intinya sih pas sampai Wiki Cafe, suasana depannya sepi banget. Kita sampai mikir “apa jangan-jangan udah tutup?” tapi di depan pintu bacaannya masih “open”. Kita pun memutuskan buat masuk, lalu disambutlah dengan gambar Sungmin segede gaban pakai jas hitam gitu. *berasa disambut oppa*

Anyeong om Sungmin, biar udah nikah doi tetap bias bersama ^^
Ternyata, cafenya itu di atas. Jadi setelah buka pintu, kita harus naik tangga untuk ke cafenya. Nah pas di sini semua dimulai, kita masuk dengan awkward, dan langsung ke kasir buat mesen. Ada oppa lumayan kece yang jaga tapi nggak tau doi namanya siapa *iyalah kan baru ketemu haha*

Sambil mesen, mata kita celingak celinguk merhatiin ke seluruh bagian cafe. Ya barangkali ada Sungmin nyangkut di pojokan atau ada adeknya Sungmin si Sungjin yang kece itu. Kan lumayan cuci mata. Dasar emang kelakuan fans mah.

Tapi nihil, mereka berdua nggak ada. Cuma ada beberapa pelanggan cafe yang duduk cantik sembari ngobrol di bangku masing-masing. Bahkan istrinya Sungmin si mpok Saeun nggak nampak.

Setelah mesen kita duduk di bangku paling pojok deket poster gede Sungmin. Di depan kita juga terlihat ada poster om-om Super Junior dengan member lengkap. Sayang banget, hari itu kita nggak ketemu om Sungmin atau “siapa-siapanya Sungmin”. Eh tapi tunggu dulu…..

Tiba-tiba dateng seorang perempuan cantik berambut pendek pakai kaos hitam dari belakang, yuhuuuu emaknya Sungmin!!! Emak senyum ke arah kita bikin kita deg-degan. Bayangin aja guys, ini adalah salah satunya ibunya member Super Junior yang sudah melahirkan member Super Junior ke dunia sehingga bisa kita tontonin sampai sekarang. *lebay*

Pas si oppa lumayan kece dateng bawa pesenan kita, kita make sure nanyain ‘apa betul itu ibunya Sungmin?’ dan yes, beneran.  Suasana di dalam cafe jadi semakin hangat, karena tadi di luar dingin. Ibunya Sungmin duduk nggak jauh dari kita dan lagi ngobrol sama dua pengunjung remaja yang kayaknya Elf cabang Seoul. Haha.



Soalnya nguping-nguping sedikit ada kata-kata ‘Super Junior memberdeul’ gitu di obrolan mereka. Ahhh sayang banget kita berempat nggak ada yang jago bahasa Korea. Jadi nggak ngerti mereka sebenernya ngomongin apa.

By the way, kita juga pengen banget ngobrol sama emaknya Om Sungmin, tapi bingung gimana mulainya. Keburu nervous duluan T.T nah pas banget di sana, azan Maghrib dari handphone berkumandang tandanya udah waktunya sholat Maghrib. Terus kita nekat izin sholat di sana sama emaknya Sungmin. Jangan tanya pakai bahasa apa, pokoknya Korea ala-ala campur Inggris secukupnya ditambah bahasa tubuh. Hmmm yang penting emak ngerti pokoknya.

Kira-kira gini percakapan kita pas numpang sholat. Dimulai dari gue dan satu temen gue (Kak Dora) yang nyamperin emaknya Sungmin.

Kak Dora : Excuse me eomma, do you have a small space for prayer?
Eomma    : Mwo? *dengan wajah bingung seraya mengernyitkan dahi*
Gue          : Prayer eomma prayer…. *gue sambil nyontohin gerakan sholat takbiratul ihrom*

Dari ekspresinya, kayaknya eomma masih belum ngerti doi sampai nanya karyawannya, tapi si oppa lumayan kece itu juga kelihatan bingung. Temen gue udah mulai gemes, bingung ngejelasinnya.

Gue         : Prayer eomma prayer like Budha *sambil nyontohin gerakan ibadah orang Budha yang sering gue lihat di film Mandarin*

And finally it’s works! Eomma ngerti maksud kita, dan doi baik banget nggak nolak malah mempersilahkan kita buat sholat. Kita dianterin langsung sama doi ke sebuah ruangan luas di bawah cafe yang buka pintunya pake kode gitu.

Nggak sampai di situ, eomma juga gelarin kita karpet buat sholat. Dia juga masukin sendiri sepatu kita ke dalam ruangan itu. Huwaaaa bayangin, sepatulo diangkatin sama emaknya Sungmin. Kita sampai nggak enak. Kita udah bilang “nggak usah repot-repot eomma” doi malah bilang “gwenchana.. gwenchana” (artinya nggak apa-apa). Asli kita terharu.

Emak Sungmin ngajarin indahnya kerukunan antar agama, dan saling menghormati agama masing-masing. Jujur aja awalnya gue pikir emak Sungmin bakal nggak ngizinin kita sholat di sana. Gue pernah waktu lagi di Bali makan di sebuah cafe, terus pas Ashar minta izin numpang sholat Ashar tapi nggak dibolehin. Di beberapa tempat yang banyak non Muslimnya juga terkadang begitu, tapi emaknya Sungmin daebaklah.

Oh iya, ruangan tempat kita sholat itu kayaknya ruang rapat cafe atau kamarnya Sungjin (adeknya Sungmin) kalau lagi di Wiki. Soalnya ada baju-baju cowok tergantung, dan ada tenda yang pernah dipakai Sungjin di video instagram. Satu hal pasti, di ruangan itu ada poster om-om Suju segede gaban. Duh bikin nggak konsen sholatnya. Hehe.

Habis sholat kita naik lagi ke cafe dan bilang makasih banyak ke eomma. Habis itu kita minta foto bareng eomma deh.. Huwaaa si eomma ini udah baik, cantik, emaknya Sungmin sama Sungjin lagi. Lengkaplah. 

Took a picture with Sungmin's eomma. She's very beautiful and kind hearted. I'm proud with her^^

Doi semacam contoh ahjumma dengan kearifan lokal Korea Selatan. Sekitar jam setengah 8 malem, kita cus dari Wiki Cafe menuju cheonggyecheon karena mau nonton festival lentera yang diadakan menjelang musim dingin. FYI, di sana semakin malem semakin dingin

Situation in Wiki Cafe room

Too much minions in Sungmin's Cafe

Dadahhhh Sungmin eomma sampai ketemu lagi…. Lup u 😘